Berdasarkan verifikasi 优游国际.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.
KOMPAS.com - Kabar razia keliling yang dilakukan Wali Kota Medan, Satpol PP, dan Satgas Covid-19 beredar di media sosial.
Informasi yang beredar itu menyebutkan, dalam razia di Kota Medan, Sumatera Utara, itu, putra putri yang terjaring razia akan diangkut mobil Gerakan Disiplin Siswa (GDS) untuk dikarantina.
Warga yang tidak menggunakan masker akan disuruh menyemprot lingkungan radius 1.000 meter.
Pemkot Medan menegaskan kabar itu hoaks. Pemkot tidak melakukan razia keliling dengan mobil GDS dan melibatkan Wali Kota, Satpol PP, dan Satgas Covid-19.
Kabar adanya razia keliling dengan mobil Gerakan Disiplin Siswa (GDS) di Kota Medan diunggah akun Facebook . Putra putri yang terjaring razia akan dibawa mobil GDS untuk dikarantina.
Sementara, warga yang kedapatan tidak memakai masker, disuruh menyemprot lingkungan sepanjang 1.000 meter.
Dalam unggahannya pada Kamis (3/9/2020) itu, menulis:
"Bapak ibu mohon untuk memberitahukan kepada putra putrinya mulai hari ini dilarang berkeliaran diluar rumah atau berkerumun ditempat2 keramaian karena bapak Wali kota medan bersama satpol PP dan Satgas Covid 19 akan Razia keliling dengan membawa mobil GDS/ Gerakan Disiplin Siswa. bagi yang terjaring akan diangkut di mobil untuk dikarantina,wali murid dan gurunya akan dipanggil juga, Razia masker bagi yang tidak memakai masker disuruh menyemprot lingkungan radius 1000 meter. Mohon untuk di Share di Grup kelas dan masyarakat umum hari ini juga. Terima kasih."
Kabar yang sama pun diunggah akun Facebook di sebuah grup Facebook pada Rabu (2/9/2020).
Dalam akun Facebook , Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menyatakan bahwa Pemkot tidak melakukan kegiatan razia keliling seperti informasi di media sosial.
"Kami menyatakan bahwasannya Pemko Medan tidak ada melakukan kegiatan sesuai berita yang beredar di Media Sosial mengenai adanya Razia Keliling yang dilakukan Wali Kota bersama Satpol PP dan Satgas Covid-19. Berita / info tersebut adalah hoax," tulis akun tersebut, Rabu (2/9/2020).
Menurut akun , kabar razia keliling di media sosial sangat meresahkan warga Kota Medan. Karena itu, Pemkot berharap masyarakat tidak mudah percaya atas informasi yang belum benar faktanya.
"Saring terlebih dahulu informasi yang diterima. Jangan sampai menjadi informasi tersebut disebarluaskan namun kebenarannya masih diragukan," pesan akun.
Akun Instagram juga memuat bantahan itu.
"Kepala Satpol PP Kota Medan menyatakan infomrasi terkait pesan tersebut adalah hoax," tulis akun .