KOMPAS.com - Salah satu berita populer Sains yang banyak dibaca sepanjang Senin (27/12/2021) hingga pagi ini, Selasa (28/12/2021), yakni tentang gejala utama varian Omicron.
Studi tersebut diperoleh dari analisis data laporan gejala Covid-19 dari aplikasi Covid symtomp study yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris.
Seperti diketahui varian Omicron adalah varian baru virus corona yang dilaporkan akhir November lalu di Afrika Selatan.
Hingga kini, para ilmuwan masih menyelidiki varian B.1.1.529 tersebut untuk mengetahui perilaku infeksi yang ditimbulkan oleh varian yang memiliki lebih dari 30 mutasi virus tersebut.
Berita populer Sains lainnya yang juga banyak disimak pembaca 优游国际.com, yakni ramainya Delmicron yang disebut-sebut sebagai Covid varian baru.
Namun, benarkah Delmicron adalah varian baru, berikut ini beberapa rangkuman berita populer Sains sepanjang Senin (27/12/2021) hingga Selasa (28/12/2021) pagi.
Data awal dikumpulkan para peneliti dari 171 pengguna aplikasi Covid symtomp study di Inggris yang sebagian besar telah divaksinasi dan dikonfirmasi terpapar varian Omicron.
Selanjutnya, melalui aplikasi tersebut mereka melaporkan gejala-gejala Covid varian Omicron yang dirasakan.
Dalam studi tersebut, dilaporkan beberapa gejala varian Omicron, yakni sebagai berikut.
Peneliti juga menyebut bahwa gejala-gejala Covid-19 dari infeksi varian Omicron tersebut merupakan gejala utama pada orang yang terinfeksi varian Delta.
Kendati demikian, di antara 171 peserta dalam studi ini, peneliti hanya menemukan setengah dari laporan gejala demam, batuk maupun kehilangan kemampuan perasa maupun penciuman atau anosmia.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai informasi populer Sains terkait gejala varian Omicron ini, selengkapnya dapat dibaca di sini.
Baca juga: Peneliti Temukan 5 Gejala Utama Varian Omicron, Apa Saja?
Sejauh ini, penelitian awal tentang varian Omicron yakni menunjukkan bahwa varian virus corona ini sangat cepat menyebar, bahkan lebih menular dibandingkan varian Delta.
Sebab, varian baru tersebut membawa banyak mutasi virus, yang tercatat jumlahnya mencapai lebih dari 30 mutasi.
Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dunia, tak terkecuali pasien long Covid, yang meski telah dinyatakan sembuh dari Covid-19, namun masih memiliki sejumlah gejala yang memengaruhi kesehatannya.