Merupakan energi terbarukan
Menurut Idzni Qistina, dkk dalam jurnal Kajian Kualitas Briket Biomassa dari Sekam Padi dan Tempurung Kelapa (2016), briket adalah sumber energi altiernatif pengganti bahan bakar fosil (minyak bumi) yang sifatnya dapat diperbaharui.
Tidak seperti minyak bumi, briket dapat diperbaharui dalam waktu yang singkat. Minyak bumi terbentuk dari fosil makhluk hidup dalam waktu yang sangat panjang, yaitu sekitar lima puluh juta tahun.
Sedangkan, briket dapat dibuat dalam waktu singat. Sekitar beberapa hari hingga beberapa minggu saja bergantung pada peralatan yang ada.
Artinya, briket adalah energi terbarukan yang bisa terus diperbaharui keberadaannya. Sehingga, manusia tidak akan kehabisan briket, seperti kehabisan minyak bumi.
Dapat mengurangi sampah
Kelebihan briket dibanding minyak bumi selanjutnya adalah briket dapat mengurangi sampah.
Menurut Reno Setiowati dan M. Tirono dalam jurnal Pengaruh Variasi Tekanan Pengepresan dan Komposisi Bahan terhadap Sifat Fisis Briket Arang (2014), briket dibuat dari bahan-bahan yang mengandung lignin dan selulosa seperti limbah biomassa.
Artinya, briket dapat dibuat dari berbagai macam sampah atau limbah biomassa hasil pertanian peternakan, kehutanan, dan juga perkebunan.
Sehingga, pembuatan dan penggunaan briket dapat mengubah sampah menjadi sumber energi yang lebih berguna.
Lebih murah
Karena terbuat dari limbah biomassa, briket juga memiliki harga yang lebih murah daripada minyak bumi. Pembuatan briket juga tidak memerlukan penyulingan skala besar seperti yang dilakukan pada minyak bumi. Sehingga, menghemat biaya pembuatannya.
Limbah biomassa yang dapat digunakan untuk membuat briket juga mudah ditemukan dan memiliki jumlah yang banyak. Misalnya, serbuk kayu, bonggol jagung, daun jati, tempurung kelapa, sekam padi, jerami, kotoran sapi, dan eceng gondok.
/skola/read/2022/03/05/141424369/kelebihan-briket-dibanding-bahan-bakar-minyak