优游国际

Baca berita tanpa iklan.
Salin Artikel

Fakta-fakta Kasus Uang Palsu yang Dicetak di UIN Alauddin Makassar

KOMPAS.com - Kasus uang palsu di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, masih ramai diperbincangkan.

Hal itu karena kasus ini masih menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi masyarakat Gowa, Sulawesi Selatan.

Peredaran uang palsu disebut sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, dan beberapa kali didapati oleh sejumlah pedagang di Pasar Sentral Sungguminasa Gowa.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut beberapa fakta terkait kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar:

1. Bermula dari laporan kecurigaan masyarakat

Kapolda Sulsel, Irjen Yudhiawan Wibisono, menjelaskan bahwa penyelidikan kasus ini dimulai setelah adanya laporan dari masyarakat.

Sebagaimana dilansir dari 优游国际.com (25/12/2024), Yudhiawan menyebut, masyarakat mencurigai adanya peredaran uang palsu di wilayah Lambengi, Bontoala, Pallangga, Kabupaten Gowa.

Akhirnya, sindikat uang palsu itu pertama kali diungkap pada Rabu (18/12/2024) dengan total uang palsu yang disita mencapai Rp 446,7 juta.

2. Hanya mencetak pecahan Rp 100 ribu

Sindikat pencetakan uang palsu yang beroperasi di UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan hanya mencetak pecahan uang Rp100 ribu.

Adapun menurut pengakuan pelaku, biaya produksi untuk mencetak uang palsu tersebut mencapai Rp 56 ribu per lembar.

Alasan pecahan Rp100 ribu dipilih adalah karena nilai modal yang lebih besar dibandingkan dengan pecahan yang lebih kecil, sehingga lebih menguntungkan.

Motif para pelaku, berdasarkan keterangan yang diberikan, adalah untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar secara instan.

Selain itu, uang palsu tersebut juga digunakan untuk mendukung ambisi politik salah satu tersangka yang ingin mencalonkan diri sebagai calon bupati.

Polisi menetapkan 17 tersangka sindikat pembuatan dan pengedaran uang palsu di lingkungan UIN Makassar dan mengamankan barang bukti senilai ratusan triliun rupiah.

4. Sempat disebut sulit dideteksi

Uang palsu di UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan sempat dikabarkan tidak terdeteksi palsu sehingga dapat disetorkan ke bank melalui mesin ATM.

Namun, dikutip dari 优游国际.com (27/12/2024), Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI) Marlison Hakim membantah berita tersebut.

Ia memastikan bahwa uang palsu yang diproduksi UIN Alauddin Makassar sangat mudah teridentifikasi sebagai uang palsu sehingga tidak mungkin lolos deteksi mesin perbankan.

5. Memiliki kualitas yang sangat rendah

Berdasarkan penelitian BI atas sampel barang bukti pada kasus di UIN Alauddin Makassar, uang palsu yang diproduksi memiliki kualitas yang sangat rendah dan mudah teridentifikasi melalui metode 3D (dilihat, diraba, diterawang).

Uang palsu tersebut juga dicetak dengan menggunakan teknik cetak inkjet printer dan sablon biasa.

Ditambah, uang palsu cetakan kampus UIN Alauddin Makassar tidak memiliki unsur pengaman seperti benang pengaman, watermark, electrotype, dan gambar UV.

/tren/read/2024/12/29/133000465/fakta-fakta-kasus-uang-palsu-yang-dicetak-di-uin-alauddin-makassar

Baca berita tanpa iklan.
Baca berita tanpa iklan.
Baca berita tanpa iklan.
Close Ads
Penghargaan dan sertifikat:
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi 优游国际.com
Network

Copyright 2008 - 2025 优游国际. All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke