Seorang siswi SMA bernama Nadia Friska Maulani Dewi (17) menjadi korban setelah tertimpa peralatan sound horeg yang roboh.
Nadia, warga Desa Penanggungan, Kecamatan Maesan, mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan akibat kejadian tersebut.
Seorang anak lainnya, Firmansyah (9), warga Desa Pucang Anom, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, juga menjadi korban dan mendapat perawatan medis.
Sound Horeg Tersangkut Ranting Pohon
Peristiwa ini terekam dalam sebuah video amatir yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat rombongan anak-anak berjalan di belakang instalasi sound horeg berukuran besar yang ditarik dalam prosesi acara.
Salah satu dari mereka adalah seorang perempuan berpakaian putih, yang belakangan diketahui sebagai Nadia.
Menurut keterangan saksi mata, sound system yang ditumpuk hingga mencapai tinggi sekitar 5 meter itu tersangkut ranting pohon saat melintasi jalan desa.
Beberapa perangkat speaker besar yang tertata di atasnya kemudian jatuh dan menimpa para peserta di belakangnya.
Pernyataan Polisi: Tak Ada Izin untuk Gunakan Sound Horeg
Kapolsek Jambesari Darus Sholah, Iptu Sumanto, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan Imtihanan, namun tidak ada pemberitahuan kepada pihak kepolisian bahwa akan menggunakan sound horeg dalam arak-arakan.
“Sound-nya yang paling atas nyangkut ke ranting pohon, lalu jatuh mengenai kru,” ujar Sumanto saat dikonfirmasi, Senin (19/5/2025).
Pihak kepolisian memastikan korban langsung dilarikan ke Puskesmas Jambesari Darus Sholah untuk mendapat penanganan medis. Nadia mengalami luka di kepala yang harus dijahit dan pembengkakan di tangan.
“Mengalami luka di kepala, tapi tidak terlalu parah. Sudah ditangani,” jelas Sumanto.
Ia pun mengimbau agar panitia acara ke depannya lebih berhati-hati dalam menyusun instalasi sound system berukuran besar, terutama jika digunakan di jalan desa yang banyak terdapat pohon rindang.
“Karena di sini kan banyak ranting. Itu bisa jadi penghalang dan membahayakan,” tegasnya.
Pengakuan Korban: Kepala Dijahit Tujuh Jahitan
Nadia, siswi SMA yang menjadi korban utama, menceritakan pengalamannya saat tertimpa peralatan tersebut. Ia mengaku sempat merasa pusing dan kesakitan saat sound jatuh mengenai kepalanya.
“Bagian kepala dijahit, tujuh jahitan. Di tangan juga bengkak,” kata Nadia saat ditemui di puskesmas.
Sementara itu, seorang petugas medis dari Puskesmas Jambesari Ds, Ginanjar, membenarkan bahwa ada dua korban yang datang untuk mendapatkan penanganan akibat tertimpa sound horeg.
Meski datang tidak bersamaan, keduanya telah mendapat perawatan intensif.
“Korban perempuan mengalami luka robek di kepala dan harus dijahit tujuh jahitan. Yang satu lagi, anak laki-laki berusia 9 tahun, juga mengalami keluhan serupa,” jelas Ginanjar.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Heboh Sound Horeg Jatuh Timpa Siswi SMA dan Bocah 9 Tahun di Bondowoso, Ranting Jadi Penyebabnya
/jawa-timur/read/2025/05/18/182800388/viral-sound-horeg-jatuh-di-bondowoso-siswi-sma-dan-bocah-9-tahun-jadi